Pekerjaan Pertama, wow!
Meskipun kerjaan di kantor lagi pada numpuk, tapi karena saya sayang ama kalian semua (cieee, bokish banget) akhirnya saya sempatkan untuk menulis sekedar cerita dari pengalaman kerja pertama saya.
Setelah sekian lama galau karena tak kunjung mendapat kerjaan, akhirnya di bulan November lalu saya diberikan rezeki. Awalnya iseng melamar posisi "sekretaris direksi" yang dimana saya sama sekali tidak memiliki kualifikasi yang diinginkan perusahaan, ternyata dari keisengan itu muncullah panggilan yang sempat terabaikan gara-gara HP saya tinggal dirumah pas lagi nganterin mama ke pasar (catatan: bagi para pencari kerja HP harap dibawa kemanapun kamu mau pergi, sekalipun itu lagi boker. hehe). Untungnya HRD di perusahaan itu baik mau menghubungi lagi dan saya iyakan untuk proses interview esok paginya.
Yang penting untuk kalian tanyakan pada saat kalian mendapatkan panggilan wawancara adalah alamat perusahaan dan kepada siapa nantinya kalian harus bertemu. Kebanyakan nih, para fresh graduate macam saya ini saking senengnya dapet panggilan kerja akhirnya sampe lupa nanyain kedua hal maha penting diatas. Kenapa penting? Kalo alamat so pasti penting karena kesanalah kalian akan menuju, yang kedua adalah kepada siapa nantinya kalian bertemu. Saat kalian sampai di sebuah perusahaan pastinya kalian akan bertemu satpam (ini yang menjadi pintu masuk awal saat kalian ke sebuah perusahaan) dan pak satpam (ato bu satpam kalo memang satpamnya ibu-ibu,hehe) akan bertanya "Mau ketemu siapa?" berabe kan kalo kita nggak tau mau ketemu siapa.
Singkat cerita setelah tes seharian penuh (psikologi dan wawancara) akhirnya saya ketrima di perusahaan itu. Tapi posisi saya bukan sebagai Sekretaris Direksi tapi Document Control. Jangan kaget,karena biasanya perusahaan memang seperti itu. Walaupun mereka pasang lowongan untuk satu posisi tidak menutup kemungkinan kalian bisa ditempatkan di bagian lain yang memang sedang membutuhkan.
Kamis dapet panggilan, Jumat tes, Rabu minggu depannya lagi saya langsung mulai bekerja. Awal-awal bekerja semuanya terasa menyenangkan, banyak ketemu orang baru dan semuanya welcoming terhadap kehadiran saya. Karena pembawaan saya yang memang ceria, saya mudah disukai orang dan mendapat teman. Menjadi "the shining new toy" memang terasa mengasyikkan. Semua orang menyapa kita, berusaha dekat dengan kita. Namun setelah agak lama kita akan sadar saat semua kedekatan itu terasa semu. Kenapa semu? Karena mereka hanya menjalin keakraban yang "sekedarnya". Saya tidak tahu apakah ini terjadi di semua perusahaan atau tidak. Maka dari itu saya hanya ingin mengingatkan, jangan terlalu larut dalam sebuah suasana nyaman, karena kenyamanan di tempat kerja bisa saja menjadi suatu pertanda yang tidak baik. Saat kita larut pada suasana nyaman kita akan lebih rentan terkena serangan, entah itu serangan dalam hal pekerjaan atau pribadi. Karena biasanya kenyamanan akan menciptakan keadaan yang dimana kita sering berbagi cerita dengan orang lain, dari situlah biasanya kita kan diserang, dari omongan kita sendiri.
Saat masuk ke dunia kerja, saya mulai belajar bahwa apa yang tampak tidak selalu menunjukkan yang sebenarnya. Di dunia kerja kita akan belajar bagaimana mengenal orang dengan segala karakteristik mereka, dan belajar untuk menyikapi semua hal tanpa bersikap reaktif yang nantinya akan merugikan diri kita sendiri. Bagi pekerja yang minim pengalaman biasanya akan sulit beradaptasi dengan lingkungan baru saat menghadapi masalah-masalah dan gesekan antar rekan kerja, dan ini yang menjadi bumerang sehingga kebanyakan pekerja baru tidak akan bertahan lama dan sering pindah profesi. Jangan mengira pekerjaan yg kalian anggap mudah tidak akan membawa kesulitan, karena itu tidak terbukti. Semua pekerjaan selalu memiliki kondisi sulitnya masing-masing. Contohnya kayak saya yg merupakan pekerja di lingkungan pabrik, kesulitan yg saya alami ada di adaptasi karena kebanyakan dari pekerja pabrik (produksi) sulit menerima orang baru yg seolah-olah dalam pandangan mereka ingin mengatur-atur mereka. Bergaul dalam lingkungan sosial dengan variasi umur dan pendidikan menjadi tantangan utama di lingkungan pekerja pabrik. Banyak teman saya yang akhirnya keluar dari perusahaan karena tidak kuat menghadapi tekanan. Prinsip saya, jika saya kalah perang disini saya tidak akan menang dalam menghadapi medan perang yang lain. Karena situasi sulit bukan untuk dihindari, tapi untuk dihadapi. Hadapi, maka akan kita petik pelajarannya. Lari, maka kita akan menjadi pecundang. Doakan saya ya teman-teman agar saya bisa bertahan di medan perang ini. Fighting!!! ^^


Comments